Ketika kusedang mencari di mana sebuah
kedamaian dapat diraih, dan aku dapat berdiam dalam setiap malam, namun aku
belum bisa berjalan terus di atasnya. Celakanya aku masih terbuai betapa sang
malam menggoda setiap detik berharga itu. Jangankan melewatinya dengan hati
yang terima, memantapkan ini-itu pun masih di atas keraguan. Mungkin makhluk
yang dikutuk oleh Allah ini benar pandai adanya menjalankan tugas,
sampai-sampai
Sunday, 23 February 2014
Nama Itu
Semenjak hari itu aku semakin membencinya entah karena
apa. Semakin hari aku merasakan perasaan di mana aku tak ingin bertemu
dengannya, entah sengaja atau tidak. Dia membuat emosiku tak terkendali waktu
itu. Aku tahu, bukan sepenuhnya dia. Bukan dia saja yang menjengkelkan. Ada
orang lain pula di balik itu semua. Tetapi,
Saturday, 25 January 2014
Nyanyian Rindu dalam Senja
Ini juga re-post :) Masih alay bet sumpah hoho
----
Aku paksa penat ini keluar dari benakku. Perasaan mengganjal yang selalu saja mengganggu malam indahku. Mengepung kenangan yang pernah kuukir waktu itu. Waktu, saat senja mengambil cahaya terang duniaku. Cucuran keringat membasahi pelipisku. Aku takut, aku takut akan mimpi itu. Mimpi yang terus menghantui dan perlahan membuat bulir bening
Saturday, 18 January 2014
Malam ini...
Tadi sore kami (aku, bunda, kakak, dan satu teman) pergi ke pengajian. Awalnya aku dari kampus dengan berpakaian ala kadarnya. Ya, seperti biasanya. Pakai celana, my favorite pink dress, dan jilbab yang match dengan celanaku. Aku berkata pada diriku, mmm that's cool! Tapi setelah tiba di sana...
Aku terkejut
Dia, Bidadari Kami
Ini juga re-post :)
Kepada
adikku yang sedang terlelap dalam dongeng malamnya, yang sedang memeluk boneka
beruangnya, kukatakan bahwa kau masih mempunyai pundakku. Mintalah aku untuk
sedia memberikannya untukmu, dan menangislah semaumu. Berceritalah kepadaku.
Aku rela tangismu memecahkan kesunyian, malam yang sangat berarti, yang kutahu
kau merindukan semua ini, dan kau hanya menyembunyikan air matamu di balik
dekapan
Subscribe to:
Posts (Atom)