Bapakku, laki-laki tangguh yang kumiliki. Engkau yang tengah menyapu keringatmu sehabis memikul beban pekerjaanmu. Merebahkan bahumu sejenak untuk melepas rasa sakit di pinggangmu. Beberapa suap nasi yang kaumakan, tak seberapa dengan apa yang kumakan di sini, tempat merantauku pula. Bahkan, nasiku jauh lebih enak dari nasimu. Laukku terkadang lebih enak dari laukmu. Dan aku hanya mengeluh tentang sayur, menu sehatmu dulu. Saat kaumasih bisa memaksaku memakannya. Saat kita membentuk lingkaran menikmati nikmat Tuhan. Bersama. Menikmati petang. Tentu saja, ketika kausudah mengadu kepada sang Pencipta. Lama, serasa kaubertemu Dia. “Makanan apa yang kaumakan? Sudah makan? Sama apa?” Kaumenanyakan semua itu padaku, padahal
Sunday, 18 May 2014
Monday, 21 April 2014
Sembunyikan Aku (The Story of Catching Feeling) #5
---
Berusaha sembunyi, namun mata sipitmu terus menangkap hati.
Berusaha sembunyi, namun mata sipitmu terus menangkap hati.
---
Kadang hati harus
menjerit terlebih dahulu untuk menunjukkan ketidaknyamanan dalam merasa. Juga
kadang hati harus menggedor pintunya untuk membuka pikiran jernih. Aku merasa,
aku tidak peduli. Tetapi, apakah dengan ucapan saja mampu membuatku bertindak
lain? Tidak, ucapanku masih terjaga. Kamu tahu, aku seperti di penjara. Alam
ini
Saturday, 19 April 2014
Sembunyikan Aku (The Story of Catching Feeling) #4
---
Sembunyikan aku. Aku tak mau memaksamu untuk mengerti rasaku.
---
Sembunyikan aku. Aku tak mau memaksamu untuk mengerti rasaku.
---
Tahukah kamu, memanggil namamu
merupakan kebahagiaan tersendiri dari hatiku?
Tahukah kamu, berpapasan denganmu
merupakan kebetulan yang selalu kuharapkan?
Tahukah kamu, mendengarmu menjawab
sapaanku merupakan nyanyian terindah dari apapun?
Tahukah kamu, melihatmu tersenyum
padaku merupakan kebanggaan tersendiri?
Katakan aku bukan
merayumu, aku bukan
Wednesday, 12 March 2014
Sembunyikan Aku (The Story of Catching Feeling) #3
---
Jalan kita mungkin tidak sama, namun kuharap rasa kita sama.
Jalan kita mungkin tidak sama, namun kuharap rasa kita sama.
---
Menganjak setahun
rasanya tidak terkira. Ekspektasi-ekspektasi yang kuangankan tidak terwujud. Kamu
tahu, aku ingin kita bisa menjadi teman dekat. Aku ingin kamu berkenalan dengan
rasaku dan menyentuhnya lembut. Aku ingin kamu terus buat aku luluh oleh matamu
yang terlalu memiliki gen
Saturday, 1 March 2014
Sembunyikan Aku (The Story of Catching Feeling) #2
---
Gelap menjerumuskanku untuk jatuh. Sedangkan terang menuntunku untuk bangkit.
---
Gelap menjerumuskanku untuk jatuh. Sedangkan terang menuntunku untuk bangkit.
---
Senja tergantikan
malam yang gelap. Gelap yang memilukan tanpa penerangan. Namun aku bersyukur,
di rumahku masih ada yang menerangi. Coba saja yang di luar sana?
Jujur, aku takut
kegelapan. Aku benci gelap yang datang tiba-tiba. Tidak untuk senja. Senja itu
indah. Berkas cahayanya
Subscribe to:
Posts (Atom)